Pendidikan Anak

 Iya kan? Nggak merasa? . Coba ada tamu yang bawa anak. Anaknya super lasak. Semua dihancurkan, semua di acak-acak. Bahkan ada yg pecah!. Ibunya sungkan-sungkan nggak, ikut membantu membersihkan ‘hasil karya’ anaknya sambil mengatakan ‘Aduuh, maaf ya!’. Lalu, apa jawaban kita? Demi untuk menjaga toleransi dan hati.. “Iya nggak papa... bla bla bla” walau hati mendongkol. Coba kalau anak kita yang pecahin? Kalau anak kita yang baca Iqro salah melulu? Kalau anak kita yang.... langsung keluar tanduk. Entah kenapa, toleransi kita terhadap darah daging sendiri terkadang sangatlah tipis. Sangat disayangkan. Padahal lebih sering daripada tidak, anak kita melakukan kesalahan karena tidak sengaja. Karena motoriknya belum bagus, karena kurang hati-hati. Karena... karena yang lainnya yang pastinya bukan disengaja. Tapi coba lihat reaksi kita?. Pantaskah? Wajarkah?. Apakah anak itu sudah nyambung otaknya? Sehingga ia faham apa yang terjadi? Jadi jika tidak, mengapa marah?. Mengapa sedikit sekali toleransi?. Kenapa ia nggak berhak terhadap toleransi seluas samudera seperti anak tamu tadi?. Bukan kah yang dirusak HANYA benda? Yang dihancurkan, bisa dibeli kembali nantinya?. Tapi karena sedikitnya toleransi, yang anda rusak adalah JIWA. Yang dirusak adalah kepercayaan dirinya. Yang dirusak adalah keberaniannya. Semoga kita segera sadar. Bahwa yang dititipkan pada kita, ada pemiliknya.. dan suatu waktu, sang pemilik tsb akan meminta pertanggung jawaban kita? Wallahu a’lam bis shawab. - Wina Risman. . #winarismanquotes #parenting #toleransi #jiwaanak #parentingrumahkeluargarisman

Aqiqahnurulhayat.com

Comments

Popular posts from this blog

Aqiqah Ponorogo

Kesunahan Aqiqah